Thursday, August 18, 2022

Tren Keren Pertanian Organik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Pertanian organik terus tumbuh di seluruh dunia. Lahan pertanian organik meningkat 2,0 juta hektare pada 2018.

Buah organik juga mengisi pasar perkotaan di Indonesia.

Trubus — Penjualan eceran organik juga terus tumbuh, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (FiBL, 2020). Perusahaan riset pasar, Ecovia Intelligence, memperkirakan bahwa pasar global produk pangan organik melampaui US$100 miliar untuk kali pertama pada 2018. Pasar utama produk organik seperti Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang terus tumbuh dua digit.

Sebanyak 71,5 juta hektare lahan dikelola secara organik dengan jumlah produsen mencapai 2,8 juta orang di seluruh dunia. Asia merupakan pasar ketiga terbesar di dunia untuk produk organik. Pasar makanan organik tumbuh sehat karena kesadaran konsumen meningkat di negara-negara seperti India, Cina, dan Indonesia. Produsen produk organik terbesar adalah negara-negara di Asia seperti India, Cina, dan negara-negara Asia Tenggara.

Makin tumbuh

Pada Februari 2020 Taiwan meresmikan Center of Excellent for Intelligent Organic Marketing in Asia (CEIOMA). Tujuan pendirian pusat kajian itu antara lain untuk mengembangkan teknologi inovatif baru dalam sistem penjaminan organik untuk mempromosikan pemasaran, memberikan pelatihan pemasaran produk organik, dan pengembangan kebijakan untuk mendukung pemasaran organik.

Pendirian Lembaga ini bekerja sama dengan Federasi Internasional Gerakan pertanian Organik di Asia (IFOAM Asia) untuk merespons tren perdagangan produk organik yang terus meningkat, khususnya di Asia. Tren itu menunjukkan bahwa perdagangan produk organik di negara-negara Asia menjadi makin penting pada masa depan. Bagaimana dengan Indonesia? Data FiBL hingga akhir 2018, menunjukkan bahwa Indonesia negara dengan luas areal organik terbesar ketiga di Asia setelah Cina dan India.

Permintaan telur ayam organik juga meningkat.

Luas budidaya organik di Indonesia mencapai 270,043 hektare, termasuk areal hasil hutan organik. Jumlah produsennya mencapai 18.162 orang. Produk organik utama dari Indonesia adalah kopi (60.000 ha) disusul dengan produk-produk lain seperti kelapa, kacang-kacangan, beras, teh, dan buah-buahan. Produk rempah-rempah dan minyak asiri juga sangat diminati pasar.

Mayoritas produk organik Indonesia adalah untuk tujuan ekspor, utamanya ke negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. Produk organik asal Indonesia umumnya dihasilkan oleh petani kecil yang bekerja sama dengan perusahaan pengolahan dan eksportir skala menengah dan besar. Produk organik Indonesia harus memenuhi standar pertanian organik negara tujuan agar bisa menembus pasar internasional.

Hal itu harus dibuktikan dengan adanya sertifikasi dari lembaga sertifikasi yang terakreditasi internasional. Secara umum petani organik Indonesia mampu memenuhi standar organik yang disyaratkan oleh negara tujuan ekspor. Namun, biaya untuk memperoleh sertifikat organik menjadi kendala. Oleh karena itu, sertifikasi kelompok tani bekerja sama dengan perusahaan pengolahan atau eksportir menjadi solusi bagi petani organik agar bisa mengekspor produknya.

Kini pemerintah Indonesia memiliki program “1.000 Desa Organik” yang membantu kelompok tani organik bisa memproduksi dan memasarkan produknya ke pasar organik baik nasional dan internasional. Program itu di beberapa tempat mampu membantu kelompok tani mendapatkan sertifikat organik dan memasarkan produknya di pasar domestik dan pasar global. Sayangnya, sebagian kelompok masih terkendala dengan cara budidaya yang belum sepenuhnya organik.

Pelaku pertanian organik di Indoensia mampu menghasilkan beragam produk seperti ayam pedaging (foto kiri) dan kopi sesuai standar pasar.

Kendala lain berupa keterbatasan dalam pencatatan serta pengelolaan pascapanen. Dampaknya petani belum mampu mendapatkan sertifikasi organik dan memasarkan produknya secara organik. Pasar domestik produk pertanian organik di Indonesia juga terus meningkat, meskipun masih didominasi oleh produk beras, sayuran, dan buah-buahan. Mayoritas juga masih dalam bentuk produk segar dan sedikit yang sudah diolah sebagai produk olahan.

Peningkatan permintaan produk organik di Indonesia didorong dengan makin tingginya kesadaran akan kesehatan dan pelestarian lingkungan dari konsumen, khususnya kelas menengah di perkotaan. Bahkan, saat ini makin banyak produk organik impor yang masuk ke pasar Indonesia seperti susu, produk susu, beras, dan teh. Tren peningkatan permintaan produk organik juga ditandai dengan makin banyaknya pameran atau ekshibisi produk organik di pasar Asia.

Biofach Asia Tenggara yang merupakan anak kandung Biofach Nurenberg, Jerman, mulai diadakan sejak 2018. Hal itu melangkapi pameran Biofach lainnya seperti di India, Cina, Jepang, dan Brasil. Ragam produk organik yang dipamerkan juga terus meningkat dari produk segar sampai produk olahan, bahkan kosmetik dan farmasi organik. Peran pemerintah Indonesia cukup baik dalam mendukung promosi dan pemasaran produk organik Indonesia ke pasar inetrnasional.

Setiap tahun Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, bahkan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah juga mendukung pelaku usaha organik untuk mengikuti pameran produk organik internasional. Peserta pameran produk organik asal Indonesia makin meningkat dari tahun ke tahun. Sayangnya, apa yang terjadi dengan pertanian organik di Indonesia masih jauh di bawah potensi alam dan pertanian.

Banyak produk asal Indonesia yang dicari di pasar global seperti pala, kenari, rempah-rempah, teh, kakao, nilam, sereh, dan kayu manis. Oleh karena itu, perlu peralihan budidaya konvensional ke organik untuk memenuhi tingginya permintaan. Namun, banyak tantangan seperti dokumentasi, minimnya sarana pascapanen yang bermutu, serta inovasi dalam produksi dan pengolahan produk organik.

Indonesia bisa memanfaatkan keberadaaanya dan membangun kerja sama khususnya dalam pemanfaatan teknologi penjaminan mutu dan pemasaran seperti Internet of Thing (IoT), Block Chain, serta pelatihan terkait pemasaran seperti peingkatan mutu produk dan pengemasan. (J. Indro Surono, Vice President IFOAM Asia dan pengurus Aliansi Organis Indonesia)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img