Monday, July 15, 2024

Cara Mudah Cecap Manis

Rekomendasi
- Advertisement -

Mengolah dan menikmati daun stevia amat mudah, tinggal petik, keringkan, rajang, dan seduh dalam gelas. Nikmati manis yang menyehatkan.

Cara Yuldi Bongga mengolah daun stevia amat sederhana. Anggota staf CV One Home itu menghamparkan daun segar dalam tampah bambu berdiameter 50 cm. Tampah itu berada dalam bilik berukuran 2,5 m x 4 m berdinding plastik dan beratap serat kaca bergelombang menjadikan sinar matahari leluasa menerobos ke dalam bilik. Efeknya, “Saat hari cerah, suhu di dalam bisa 50°C,” kata Yuldi.

Bilik itu berperan bagai pengering yang mengandalkan tenaga matahari. Lahan sewa seluas 3.000 m² di Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, itu letaknya lebih tinggi daripada sekitarnya. Lahan itu juga bebas naungan maupun pohon besar yang menghalangi sinar matahari. Bilik pengering itu tertutup rapat sehingga efektif meski saat musim hujan. Penyinaran matahari membuat suhu di dalamnya lebih hangat ketimbang sekitarnya sehingga proses pengeringan efektif.

Kering angin

Anggota staf produsen Divine Herbal di Bogor, Yuldi Bongga (kiri) dan Josni Kodoati.

Saat kemarau, daun stevia yang tipis menjadi kering hanya dalam 3—4 jam sejak masuk bilik. Yuldi dan rekan-rekannya harus rajin mengecek agar pengeringan tidak berlebih yang menyebabkan warna daun berubah sehingga merusak rasa. Menurut pria 25 tahun itu kadar air daun kering idealnya minimal 5%. Cirinya daun hancur kalau diremas dan warnanya masih hijau. “Ketika diseduh aroma segar khas daun masih terasa,” kata Yuldi.

Selanjutnya ia melumat daun kering itu dengan blender elektrik. Pelumat yang lazim digunakan penjual minuman di tepi jalan itu mampu merajang stevia kering sampai cukup halus untuk dikemas dalam kantong teh. Diploma Teknik Mesin alumnus Politeknik Negeri Jakarta itu menyaring remukan daun kering. Ia mengemas daun yang tidak cukup halus menjadi bahan seduhan seperti teh kering biasa dan terjual terpisah.

Itu memberikan pilihan bagi konsumen untuk menikmati teh. “Remukan kasar bisa dibuat teh seperti biasa, sementara yang halus dijadikan teh celup,” kata Yuldi. Cara sederhana itu bisa dilakukan siapa pun yang memiliki tanaman stevia. Danna Syakura di Surakarta, Jawa Tengah, menempuh cara serupa. Perempuan 43 tahun itu kerap konsumsi stevia sejak 2010. Semula ia harus membeli produk asal Singapura.

Rumah pengering di kebun Divine Herbal.

Melalui salah satu komunitas daring (online), Danna mendapatkan tanaman stevia pada 2014. Dari komunitas sama ia juga mendapat informasi cara sederhana menikmati daun manis itu. Berdasarkan informasi itu, ibu 2 anak itu memetik daun pada pagi hari lalu menjemur hingga sore. Hasilnya daun kering berwarna cokelat pucat, tapi cukup untuk memaniskan minuman. Danna menambahkan daun stevia kering ke dalam teh atau perasan jeruk dalam kondisi panas.

Jika ingin menikmati minuman dingin, ia menambahkan es batu. Ia melakukan cara itu hingga 2017. Mantan pegawai sebuah bank swasta itu kini tidak menjemur daun hingga sore. Danna memetik daun stevia pada pagi hari seperti biasa lalu meletakkan di tampah bambu. Ia membiarkannya agar daun stevia terkena angin tanpa terkena sinar matahari langsung di dak rumah tempat menjemur pakaian.

Pada sore hari daun kering berwarna hijau pucat kecokelatan. Perbedaan cara olah itu mempengaruhi rasa. “Rasa pahit seduhan berkurang kalau daun masih agak hijau,” katanya. Menurut Yuldi itu bukan sepenuhnya rasa pahit, melainkan rasa khas daun seperti sayuran. Menurut periset di Universitas Mizoram, India, Neena Kumari, stevia mengandung 2 zat pemanis alami, yaitu rebaudiosida A dan steviosida.

Semakin lama daun direndam minuman semakin mani

Multikhasiat

Dalam laporan penelitian “Analysis of Sweet Compounds in Stevia rebaudiana” yang dimuat Journal of Pharmaceutical Sciences 2017, Neena menyatakan steviosida meninggalkan rasa pahit. Namun, steviosida jugalah yang paling mudah terlepas ketika daun direndam dalam air. Salah satu musababnya, kandungan steviosida lebih banyak daripada rebaudiosida A. Proses ekstraksi di industri memisahkan kedua bahan manis itu menjadi bahan siap konsumsi.

Kelemahannya, mereka tidak memperoleh khasiat lain dari daun stevia. Neena melaporkan bahwa stevia juga mengandung berbagai bahan lain yang antara lain berkhasiat antikanker, antimikrob, anticendawan, antihipertensi, bahkan anti-HIV. Itu sebabnya Danna antusias mencecap daun stevia alih-alih produk ekstrak. Ia menyimpan daun dalam kantong plastik transparan kering dan bersih.

Ketika hendak menyajikan, ia meremas-remas daun hingga hancur lalu menuangkan dalam minuman saat masih panas. Seperti menikmati teh, ia membiarkan stevia dalam gelas. “Makin lama stevia direndam, minuman makin manis,” kata Danna. Peraih diploma Akuntansi alumnus sebuah akademi di Surakarta itu tidak rutin mengonsumsi stevia, hanya saat ingin. Ia pun tidak mengidap penyakit tertentu.

Di kediamannya, ia menanam stevia dalam 10 pot berukuran 25 cm yang rutin ia pangkas agar tidak terlalu rimbun. Daun dari pangkasan itulah yang ia seduh. Selain untuk dinikmati daunnya, pangkasan juga bisa menjadi bahan setek untuk mendapat tanaman baru. Syaratnya pangkasan berasal dari tanaman rimbun berumur minimal 3 bulan (baca: Tanam Stevia di Pot hal. 126—127). Manis, berkhasiat, dan mudah ditanam di rumah. Itulah kelebihan daun stevia. (Argohartono Arie Raharjo)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Bahan Alami untuk Ternak Ayam

Trubus.id—Lazimnya kunyit sebagai bumbu masakan. Namun, Curcuma domestica itu juga dapat menjadi bahan untuk menambah nafsu makan ayam....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img