Tuesday, February 27, 2024

Kopi Enak Berbatang Tegak

Rekomendasi
- Advertisement -

Teknik meningkatkan mutu kopi dengan mempertahankan tiga batang tegak per tanaman.

Pekebun kopi asal Pangalengan, Kabupaten Bandung, Wildan Mustofa saat mengisi acara Festival Kopi Bogor 2018.

Wildan Mustofa bungah. Koleksi kopi pekebun di Pangalengan, Provinsi Jawa Barat, itu meraih jawara pada gelaran Grand Final Indonesia Brewers Cup 2018 pada 20 Juli 2018 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat. Wildan berhak meraih piala sebagai pekebun kopi terbaik. Hasil menggembirakan itu mengisyaratkan produksi kopi di kebun Wildan konsisten. Kualitas kopi pun terjaga. Penialaian cupping score sesuai protokol Specialty Coffee Association Of America (SCAA). Nilai cupping score mencapai 87,5. Nilai itu di atas rata-rata kopi specialty 80.

Penialaian cupping score sesuai protokol Specialty Coffee Association Of America (SCAA). Nilai cupping score mencapai 87,5. Nilai itu di atas rata-rata kopi specialty 80. Sebelumnya kopi di kebun Wildan juga menjadi juara ke-2 pada gelaran Specialty Coffee Association of America Expo (SCAA) pada 2016 (Lihat Trubus edisi Agustus 2016 halaman 130—131). Kualitas kopi itu terjaga karena Wildan menerapkan teknik batang ganda. Pekebun kopi sejak 2011 itu mengatakan, pemangkasan teknik batang ganda adalah menjaga 2—3 cabang ortotrop atau cabang tegak sebagai batang produksi.

Batang ganda

Menurut Wildan kualitas buah di dekat batang primer jauh lebih bagus daripada buah pada batang sekunder atau tersier. Sebab, pengangkutan nutrisi dari akar jauh lebih cepat. “Ibarat jalan, batang primer seperti jalan tol, nutrisi cepat sampai ke buah. Adapun batang sekunder sudah jalan kabupaten dan tersier sudah jalan desa,” katanya. Wildan mempertahankan tiga batang tegak sejak penanaman perdana pada 2011.

Ayah 3 anak itu menjaga 2—3 batang ortotrop per tanaman. “Tahun pertama memelihara batang ortotrop pertama, pada tahun kedua menambah pemeliharaan batang ortotrop kedua, dan tahun ketiga mempertahankan batang ortotrop ketiga,” katanya. Tahun keempat batang ortotrop paling tua sudah berbuah dan bisa dipanen. Setelah panen alumnus Institut Pertanian Bogor itu memangkas batang ortotrop paling tua dan merawat batang ortotrop baru.

Dengan cara itu ia membuang batang yang tumbuh mendatar atau flagiotrop. Strategi itu untuk menjaga tiga batang ortotrop per tanaman. Selain itu pemangkasan sekaligus menjaga jumlah buah. Pemangkasan tanpa teknik batang ganda menyebabkan buah terlalu banyak. Dampaknya sulit mempertahankan kualitas buah anjlok dan masa panen habis. Buah terlalu banyak menyebabkan buah mudah busuk.

Masyarakat Sunda menyebut buah kopi busuk itu kalapetong artinya buah kopi matang terpaksa karena kekurangan air dan hara. “Baru kuning buah kopi sudah matang terpaksa. Jika menggunakan batang ganda sampai panen akhir buahnya selalu merah,” kata Wildan. Ia menyarankan jumlah maksimal 2.000 buah kopi per pohon dengan tiga batang ortotrop. Bobot per buah 2—3 gram berkualitas bagus atau 1 kg terdiri atas 400—500 buah.

Buah kopi pecah akibat kekurangan nutrisi dan hormon.

Jika target per pohon 2 kg ceri—buah kopi segar—pekebun hanya mempertahankan 800 buah per tanaman. Wildan mengatakan, “Kejar ukuran buah sebesar mungkin. Buah besar menandakan nutrisinya cukup, sehingga kondisi buah sehat.” Pekebun kopi sejak tujuh tahun lalu itu juga membatasi, cabang produktif. Musababnya, terlalu banyak cabang produksi menyebabkan persaingan hara. Akibat persaingan itu kualitas buah pun turun.

Prioritas

Menurut ahli fisiologi tumbuhan di Institut Pertanian Bogor, Ir. Edhi Sandra M.Si., tanaman mendistribusikan hasil fotosintesis dan hormon melalui batang primer, sekunder, dan tersier. Bila hasil fotosintesis terbatas dan buah banyak, maka tanaman memprioritaskan alokasi makanan dan hormon itu ke buah di batang primer. Kemudian baru ke buah di batang sekunder dan tersier.

Pangkas batang ortotrop tertua setelah panen, kemudian pelihara batang ortotrop baru.

Menurut Edhi bentuk tajuk, percabangan batang, dan sebaran tumbuhnya buah sangat mempengaruhi kualitas buah yang dihasilkan. Bila di ujung ranting terdapat buah asal cabang tersier dan terletak di bagian yang tidak prioritas, maka buah menjadi kurang baik. Musababnya, kekurangan makanan dan kekurangan hormon serta jaringan telanjur tua. Akibatnya buah kerdil dan tumbuh tidak optimal.

Menurut praktikus kopi di Bogor, Jawa Barat, Muhammad Eka Pramudita, buah kopi merah matang sempurna syarat menghasilkan cita rasa kopi enak. Pria ahli teknologi pangan itu menambahkan, syarat lain menghasilkan kopi enak adalah kandungan gula atau karbohidrat pada buah kopi ceri—kopi yang masih berkulit—tinggi. Menurut Wildan karbohidrat tinggi terdapat pada ceri kopi asal batang primer. Kopi dengan teknik pangkasan batang ganda salah satu cara menghasilkan kopi rasa juara. (Muhamad Fajar Ramadhan)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Inovasi Pakan Itik: Riset Ilmiah Membuktikan Eceng Gondok Terfermentasi Meningkatkan Bobot Itik

Trubus.id—Riset ilmiah membuktikan eceng gondok terfermentasi meningkatkan bobot itik. Siska Fitriyanti, S.Si, M.P., peneliti muda di Badan Penelitian dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img